Orang – orang Yang Beruntung di Mata Allah

Siapa Orang – orang yang beruntung di mata Allah SWT?

orang yang beruntung di mata Allah

Ada sebuah resolusi 2019 saya berikutnya adalah memegang teguh prinsip ini

“Sesuatu yang jumlahnya selalu sama, berarti ada penurunan.”

Ya, anda tidak salah baca, sejak zaman dahulu jika sesuatu jumlahnya selalu sama, menunjukkan ada yang menurun. Mari kita lihat beberapa contohnya.

Seandainya jumlah uang tabungan di rekening kita jumlahnya sama, bisa dipastikan nilai uang itu akan menurun. Misalnya tahun 2000-an simpanan uang kita sepuluh juta rupiah, tentu masih dapat dibelikan motor baru dan masih ada sisanya banyak.

Beranjak tahun 2010, rupanya uang sepuluh juta bisa habis tak bersisa hanya untuk membawa pulang sebuah motor dari showroom.

Nanti 2019, dengan jumlah uang yang sama, jangan harap kita bisa mendapatkan satu unit sepeda motor. Sekurangnya butuh lima belas juta rupiah untuk motor matic keluaran tahun terbaru. Jika rekening kita jumlahnya selalu sama, berarti nilainya telah mengalami penurunan. Terbukti bukan?

Baiklah, satu contoh lagi. Kartu memori ponsel dari jenis SD Card pada 3 tahun yang lalu, berukuran 128 MB, saat itu, anda pasti sudah cukup puas menggunakannya.

Tapi bila saat ini anda masih menggunakan SD Card yang sama, tentu akan sangat merepotkan. Meski jumlah kapasitasnya sama, tetapi kemampuan menyimpan datanya sudah turun drastis dibandingkan dengan yang andad butuhkan. Terbukti lagi bukan?

Bisakah anda memberi contoh lain, bahwa “Sesuatu yang jumlahnya selalu sama, berarti ada penurunan”?

Sementara anda mencari contoh lain, satu lagi yang terpenting, yaitu kuantitas ibadah kita kepada Allah. Sadarilah bahwa saat jumlah ibadah kita selalu sama, dari tahun ke tahun, artinya ada penurunan!

Maka paksa diri ini untuk lebih meningkat, lebih bertambah, dan lebih baik. Jika tahun lalu shalat Dhuha kita dua rakaat, maka tahun depan harus menjadi empat rakaat, sehingga kita bisa termasuk kedalam golongan orang yang beruntung di mata Allah SWT.

Jika tahun lalu kita membaca satu buku setiap bulan, maka tahun depan harus menjadi dua buku setiap bulan. Jika tahun lalu kita selalu bersedekah secara terang-terangan, maka tahun depan kita harus sedekah baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi.

Orang-orang Arab sejak zaman dahulu telah memegang prinsip yang maknanya serupa dengan tanda orang – orang yang merugi halam hidupnya.

من كان يومه مثل أمسه فهو مغبون

“Siapa yang hari ini masih sama seperti hari sebelumnya, maka ia telah merugi.”

Jarak antara bilangan delapan dengan bilangan sembilan mungkin demikian dekat, tetapi tidak demikian jarak antara 2018 dengan 2019. Karena di antara kedua tahun itu, ada jarak yang begitu jauh, antara diri kita yang dulu dengan diri kita yang baru. Yang tidak sama lagi seperti kemarin.

Mari songsong dengan merencanakan segala hal yang telah kita lakukan di tahun ini, sehingga mencari progress peningkatan kebaikan untuk diri sendiri dan sesama, sehingga kita termasuk kedalam golongan orang yang beruntung di mata Allah