Mempersiapkan Diri Menyambut Tahun Baru dg Resolusi Tahun Baru

Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri Menyambut Tahun Baru dg Resolusi Tahun Baru Terbaik Anda?

Resolusi tahun baru menjadi sorotan setiap saat dalam menyongsong tahun baru, ada banyak cara dg berbagai untaian harapan pada setiap manusia. Ada sebuah untaian kalimat istimewa dari Al-Imam Ibnu Athaillah penulis kitab Al-Hikam yang pantas menjadi pengingat selau dalam perjalanan kehidupan, terlebih di era digital saat ini :

كَيْفَ تُخْتَرَقُ لَكَ الْعَواَئِدُ وَأَنْتَ لَمْ تَخْرِقْ مِنْ نَفْسِكَ الْعَوَائِدَ

Sungguh mengherankan engkau mengharap hasil yang luar biasa, sedangkan engkau belum mengerjakan perbuatan yang luar biasa.

Memang benar, sampai kapanpun jika apa yang kita lakukan biasa-biasa saja, maka dipastikan hasil yang kita dapatkan pun akan biasa-biasa saja. Bila kita sudah memutuskan diri untuk mengubah hasil, kita harus berani mengubah perbuatan. Jangan sekedar berubah, tetapi berubahlah secara luar biasa. Sehingga hasilnya pun akan luar biasa.

Dalam mempersiapkan diri menyambut tahun baru dg resolusi tahun baru nya, diartikan bahwa kita tak perlu lagi terlalu banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang yang masih suka pinjam duit, masih suka tidur larut dan bermalas di siang hari, masih suka meratap nasib sambil keluh kesah, atau masih melawat medsos setiap lima menit dan lain sebagainya, sudah dipastikan hanya akan mengganggu efektifitas pencapaian target yang telah kita tetapkan, maka tegas dg meninggalkan semua itu.

Lalu Bagaimana Seyogyanya Mempersiapkan Resolusi Tahun Baru ini?

Upayakan selalu agar dalam kehidupan kita senantiasa dikelilingi oleh orang-orang terbaik, sehingga hidup kita juga akan menjadi semakin dahsyat. Maka inilah salah satu yang menjadikan para sahabat Nabi menjadi kokoh dalam keyakinan di perjalanan hidupnya.

Selesaikan apapun impian kita selama ini, sehingga kita bisa beranjak merajut impian dalam menghadapi Tahun Baru dg penuh energi positif. Meski kita hidup hanya sekali, sesungguhnya kita bisa sukses berkali-kali. Yang menjadi persoalan, bagaimana kita akan menuju kesuksesan kedua, jika masih saja terhambat pada sukses yang pertama. Tak ada cara lain, kecuali kita harus selesaikan.

Perbanyaklah baca buku-buku bermutu. Tentu saja sebaik-baik kitab adalah Al-Quran. Maka akrabkan diri dengan Al-Quran. Kemudian tambah ilmu dari buku yang tepat. Lepaskan ketergantungan kita dengan kebiasaan lama. Kita arus optimis dan yakin selalu sehingga betul – betul dapat berubah dan menikmati jati diri baru yang penuh spirit positif dalam menjalani masa mendatang.

Temukanlah guru terbaik. Bila belum menemukan juga, paling tidak kita telah mendapatkan sumber refferensi terbaik dari cerita sejarah mereka sehingga kita bisa mengambil hikmah untuk dijadikan motivasi baru dalam kehidupan kita sebagai acuan dalam menentukan resolusi tahun baru Anda.

Tentunya, Anda tidak cukup hanya mencari guru bisnis, guru menulis, guru dalam karier, lebih penting dari semua itu kita juga harus temukan guru dalam bidang agama, sehingga kita betul – betul yakin dalam langkah kita.

Alangkah banyak orang yang bersedia mengajarkan kita untuk terbebas dari neraka dunia, tetapi sungguh sedikit yang menuntun kita untuk terbebas dari neraka akhirat. Ulama yang mukhlis seperti ini bagaikan mutiara tersembunyi. Sekali kita temukan, jangan lagi dilepaskan, karena dari sanalah, kita akan dapat mudah meraih target resolusi tahun baru yang terarah.

Jangan sekali – kali kita mau diperdayakan oleh mereka yang mengaku ulama, karena ulama sesungguhnya, tidak pernah menyebutkan dirinya sebagai ulama. Pelajari sesuai dengan petunjuk Al-qur’an dan Al hadist supaya kita tidak terjerumus ke dalam jurang curam dalam kesesatannya para ulama – ulama “bodong” tersebut.

Semoga artikel penting ini menjadi penyemangat baru dalam mempersiapkan diri menyambut tahun baru dg resolusi tahun baru terbaik Anda. yang akan kita tempuh! Optimislah bahwa kita akan meraih sukses gemilang di tahun baru ini dg tetap terus berusaha maksimal dg penuh harap dan keikhlasan terhadap segala ketentuan Allah subhanahuwata’ala, Insyaa Allah.