Dua Pilar Syahadat – Laa-ilaaha-illallaah

Bayangkan sebuah istana yang megah. Berdiri di atas dua pilar utama.

dua pilar syahadat

Bangunan istana “Laa-ilaaha illallaah”, itulah namanya. Punya dua rukun. Sebut saja ia; dua pilar penopang yang agung. Satu pilar saja runtuh, istana iman yang megah itu akan runtuh berselimut debu. Dua pilar Syahadat ini tidak bisa dipisahkan

Pilar pertama adalah _an-Nafyu_, yaitu peniadaan dan pengingkaran, dipetik dari kalimat “Laa-ilaaha”. Maksudnya; tak ada Tuhan yang berhak diibadahi, diagungkan, ditakuti, dan dicintai secara mutlak, “illallaah” (kecuali Allah semata).

“Illallaah”; inilah Pilar yang kedua. Yaitu _al-Itsbaat_, penetapan hanya Allah saja yang berhak diibadahi dan diagungkan.

Hanya mengimani pilar kedua tanpa pilar pertama, kita tak ubahnya orang-orang musyrik. Percaya pada Allah sebagai Pencipta, pengatur alam semesta, pemberi kehidupan dan rizki, namun masih mempersembahkan sebagian ibadah pada selain-Nya.

Mengakui dan menetapkan Allah sebagai Tuhan, namun masih menuhankan yang lain; masih meminta pada orang shalih yang sudah mati, masih mencari berkah dari kuburan yang dianggap keramat, masih percaya keris yang disangka bertuah, masih menyembelih kurban agar penunggu hutan atau lautan tak murka, masih mendatangi dukun demi penglaris dan pelicin jalan menuju jabatan. Ini semua adalah bentuk peribadatan pada selain Allah. Pelakunya musyrik, keluar dari Islam.

Sebaliknya, hanya mengimani pilar pertama tanpa pilar yang kedua; kita sama saja dengan atheis. Kaum durjana yang mengingkari Tuhan, tanpa terkecuali. Kufur pada semua yang dianggap Tuhan, namun tak sudi mengecualikan Allah, sebagai satu-satunya yang berhak diibadahi dan diagungkan. Mereka kebablasan. Hasil akhirnya sama saja. Mereka semua; kaaafir.

Mukmin sejati membangun imannya di atas dua pilar tersebut sekaligus. Mengimani Allah saja, beribadah pada Allah semata, dan kafir pada selain-Nya. Tanpa keduanya, jangan harap ada iman di dada.

…فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“…*Barang siapa ingkar kepada Thagut (segala sesuatu yang diibadahi selain Allah) dan beriman kepada Allah (saja),* maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.“_ [QS. al-Baqarah: 256]

Semoga artikel Dua Pilar Laa-ilaaha-illallaah menjadi manfaat, silahkan untuk di bagikan agar sodaqoh informasi buat sesama.

Sumbawa Besar, Rabi’ul Akhir 1440 (23-12-2018)
✍️ Abu Ziyan Johan Saputra Halim