Bagaimana Mengukir Sejarah Hidup Dalam Kehidupan

Ada 3 hal yang bakal membedakan Anda dengan kebanyakan orang di sekitar Anda dalam mengukir sejarah hidup dalam kehidupan, yaitu :

1. Kemauan

Iya, kemauan menjadi kata kunci yang paling penting dalam menentukan sejarah hidup Anda. Anda mau menjadi apa? Seperti apa? Dan di mana? Tentunya hanya Anda yang paling mengetahuinya!

Cobalah catat semuanya, baik itu melalui memori, diary atau melalui selembar kertas sekali pun! Anda pasti punya kemauan. Jangan pernah katakan Anda tidak punya kemauan. Hidup itu terlalu pendek untuk disia-siakan.

2. Keilmuan

Percaya, iya… segala sesuatunya, pasti ada ilmunya. Jika Anda punya kemauan dan memiliki ilmunya, maka segala usaha akan tercapai dengan lebih baik.

Itu sebabnya Anda harus mau belajar dan belajar. Anda bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.

Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, mengenal, memahami, dan mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi kehidupan Anda, begitu juga bagi orang lain.

3. Kesempatan

Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka tinggal kesempatanlah yang memutuskan apakah Anda bisa mengukir sejarah dengan baik atau tidak.

Kesempatan ini bisa datang dari mana saja, tergantung kecekatan Anda dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Kita tahu, seringkali kesempatan itu hadir, tapi kita tidak mampu memanfaatkannya dengan benar, karena keilmuannya kurang, meski keinginan kita itu sebenarnya sudah besar.Jika ini terjadi, tidak jarang orang menyesal dan kadang menjadi berfikir bahwa nasib selalu tidak berpihak padanya.



mengukir sejarah hidup

Kami paparkan sebuah kisah Inspiratif kali ini kami nukil dari buku Laa Tahzan no 147, karangan Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni

Ketika aku sedang duduk di Masjidil Haram, sejam sebelum waktu dzuhur, saat cuaca sedang memuncak panasnya, kulihat seorang lelaki tua berdiri dengan membawa air dingin kepada orang banyak yang ada di sana. Dia mengambil air dengan gelas yang ada di tangan kanan dan kirinya.

Dia memberi minum berupa air Zam-Zam kepada mereka yang ada di sana. Setiap kali setiap orang selesai minum, dia menyajikan minum kepada orang lain. Sementara peluhnya terus bercucuran, orang ramai duduk sambil menantikan giliran menerima minuman dari orang tua ini.

Aku kagum atas kesabarannya dan kecintaannya untuk berbakti sesama manusia. Dia bersedia memberi minum kepada sesama manusia. Dia bersedia memberi minum kepada jemaah di masjid. Dia tersenyum dan aku tahu bahwa berbuat baik adalah mudah bagi orang yang diberikan kemudahan oleh Allah.

Berbuat sesuatu yang indah adalah mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah. Allah mempunyai simpanan kebaikan yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendakiNya dari kalangan hamba-hamba Nya dan bahwa Allah melimpahkan pahala atas berbagai keutamaan sekecil apa pun ke tangan orang yang baik, yang menyukai kebaikan bagi hamba-hamba Allah dan tidak suka keburukan menimpa mereka.

  • Abu Bakar Radiyallahu ‘anhu rela mempertaruhkan keselamatan dirinya dengan bahaya ketika hijrah bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam karena ingin melindungi baginda.
  • Sementara itu Hatim Radiyallahu ‘anhu bersedia lapar untuk menenangkan tetamunya.
  • Abu Ubaidah Radiyallahu ‘anhu bersedia berjaga malam demi ketenangan istirahat tentera Islam.
  • Umar Radiyallahu ‘anhu rela berkeliling Madinah untuk mengetahui keadaan rakyatnya ketika mereka terlelap tidur.
  • Umar Radiyallahu ‘anhu juga bersedia kelaparan pada masa kemarau untuk memberi kesempatan makan bagi rakyatnya.
  • Begitu juga Abu Talhah Radiyallahu ‘anhu, rela menjadi perisai dan sasaran panah musuh saat perang Uhud untuk melindungi diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
  • Adapun Ibnul Mubarak membagikan makanan kepada banyak orang, sementara dirinya sedang berpuasa.


 

Mereka adalah sampel sampel manusia yang bercita-cita tinggi

Seperti tingginya gugusan bintang, bahkan lebih tinggi lagi

Mereka adalah orang-orang ideal yang cemerlang

Seperti cerahnya sinar fajar saat terbit.(Syair)

 



 

Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang berada dalam ditawan. (Al Quran Surat Al-Insaan 76 : 8)

Mari kita upayakan untuk mengukir sejarah hidup dan kehidupan kita dengan baik demi mengharap ridho dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala